Membangun Indonesia Raya

Saya Terpanggil Menjadi Terang dan Jawaban

Facebook
RSS

Dengan berjalannya waktu, kita dihadapkan kepada realitas dengan berbagai fakta dan fenomena yang berkembang, yang menunjukkan  semakin bergesernya nilai etika dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Hal tersebut ditandai oleh kemerosotan akhlak dan degradasi wawasan kebangsaan, yaitu bisa  tercermin dalam perilaku yang lebih mengedepankan nilai-nilai individualisme dan liberalisme, sehingga hal tersebut semakin menggerus dengan deras kepada nilai-nilai gotong royong, musyawarah dan toleransi.

Indonesia sebagai bangsa yang besar dianugerahi keberagaman budaya atau “cultural diversity”, hal ini  merupakan potensi luar biasa yang menunjukkan kekayaan dan entitas bangsa Indonesia. Jangan lupa juga, bahwa keberagaman pulalah yang menjadi cikal bakal lahirnya Republik Indonesia. Dalam kerangka memperkokoh ke-Indonesia-an, maka sangat penting adanya proses pembelajaran dari multikulturalisme dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam mengefektikan proses refleksi tersebut, perlu untuk mengembangkan kemampuan “aksi bersama (babarengan)”. Dalam rangkai pendekatan tersebut, pada hari Senin, tanggal 27 Mei 2013, saya beruntung bisa berbagi cerita dan pengalaman kepada 120 orang kader PKK dan Posyandu dari Bogor Timur, Jawa Barat. Proses berlangsung “serius santai” di tengah deburan ombak dan hamparan pasir di Pantai Carita, Banten. Perjalanan selama 4 jam dari kota Bogor, terbayar dengan indahnya panorama anak gunung Krakatau.

Dalam proses tersebut, ada pesan  bahwa nilai-nilai 4 pilar berbangsa dan bernegara (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 45 dan NKRI).  Harus diimplementasikan  kedalam perwujudan nilai-nilai yang lebih kongret dan nyata, terutama dalam format yang lebih dirasakan besar manfaatnya bagi aspek kehidupan dan menjadi solusi atas persoalan rakyat. Hal tersebut menegaskan “mencairnya batas-batas dalam cara dan urgensitas mengelola keberagaman”, untuk mengaktualisasi nilai-nilai 4 pilar berbangsa dan bernegara terinternalisasi dalam keseharian kita.

selain itu, dalam diskusi tersebut juga membahas peluang dan tantangan dalam pengembangan kegiatan di Bogor Timur, antara lain : peningkaan gizi anak berbasis potensi dan kearifan lokal, peningkatan kesejahteraan ibu dengan menggali kemampuan dan potensi lokal yang dapat dimanfaatkan bagi sesaa teman atau kader posyandu, pentingnya pemahaman gizi sehat, sehingga malnutrisi dapat segera diatasi.

Saya menyadari bahwa proses ini, masih jauh dari sempurna. Tapi, bila terus dilakukan secara berkala dan berkelanjutan, saya memiliki optimisme, akan membuka ruang dialog untuk mengaktualisasi nilai-nilai 4 pilar berbangsa dan bernegara, untuk memperkokoh ke-Indonesia-an. Kita tidak bisa menggunakan kacamata kuda dalam melihat sebuah persoalan. Bahwa, solusi  tidak bisa lagi spasial, butuh keterhubungan dan keterkaitan secara holistik dan sinergis.

Comments are closed.

Selamat Natal & Tahu

Selamat Natal & Tahun Baru 2014 M. Semoga tahun ini merupakan ...

6 (ENAM) Program Aks

1. Membangun Ekonomi yang Kuat, Berdaulat,  Adil, dan Makmur a.Meningkatkan pendapatan ...

Tersesat di jalan ya

Beberapa waktu yang lalu, dalam sebuah perjalanan memenuhi undangan resepsi ...

Menggenggam Harapan

Saya berharap Presiden yang terpilih nanti, dapat membebaskan Indonesia dari ...

Sacangreud pageuh, s

Pada hari minggu (17 Nopember 2013), saya berkesempatan untuk mensosialisasikan ...

Mitra

  • Cheap reliable web hosting from WebHostingHub.com.
  • Domain name search and availability check by PCNames.com.
  • Website and logo design contests at DesignContest.net.
  • Reviews of the best cheap web hosting providers at WebHostingRating.com.